Senin, 20 Mei 2013

kondisi perekonomian indonesia



PEREKOMOMIAN INDONESIA
“Analisis Kondisi Ekonomi
Indonesia Masa Kini”

logo-UTY-2013_1-300x300.jpg


Mutia Ayu Juliani                   ( 1115111185 )


S1 Akuntansi C

 
DISUSUN OLEH :





UNIVERSITAS TEKNOLOGI YOGYAKARTA
FAKULTAS BISNIS DAN TEKNOLOGI INFORMASI
Jl. Glagah Sari No. 63 ( (0274) 373955, Fax. (0274) 381212
YOGYAKARTA

Analisis Kondisi Ekonomi Indonesia Masa Kini
Mutia Ayu Juliani
Abstrak
Ekonomi indonesia saat ini optimis pertumbuhan ekonomi yang meningkat dengan pertumbuhan dan pendapatan  nasional yang semakin meningkat dapat melihat perkembangan dan kemajuan negara Indonesia pada negara lain. Pendapatan nasional per tahun indonesia mampu memberikan  kemajuan.ekonomi makro yang sangat berpengaruh dalam pertumbuhan ekonomi saat  ini. Salah satu pertumbuhan ekonomi itu dapat dilihat dengan permintaan domestik masih akan menjadi penopang utama kinerja perekonomian. Selain itu, ekspor dan impor, serta investasi.
Di lihat dari sedikit perekonomian makro dibidang perbankan ini dapat dirasakan pertumbuhan ekonomi itu meningkat. Bank Indonesia (BI) memperkirakan pertumbuhan ekonomi sepanjang triwulan I-2011 masih akan tumbuh tinggi, yakni di kisaran 6,4 persen. Sehingga, sepanjang tahun ini, perekonomian Indonesia diproyeksikan tumbuh di kisaran 6-6,5 persen. Sesuai dengan paparan Gubernur Bank Indonesia Darmin Nasution menyatakan “Prospek perekonomian ke depan akan terus membaik dan diperkirakan akan lebih tinggi. Permintaan domestik masih akan menjadi penopang utama kinerja perekonomian. Selain itu, ekspor dan impor, serta investasi, juga akan tumbuh pesat.
Indikator ekonomi merupakan data yang menunjukkan tanda ataupun indikasi perkembangan perekonomian di suatu negara, dimana data tersebut dikeluarkan oleh pemerintah negara tersebut.

Kata kunci: Perekonomian Indonesia saat ini,indikator ekonomi.





Bab I
Pendahuluan

1.1. Latar  Belakang

  Situasi ekonomi Indonesia masa kini dan masa mendatang, yang telah melonjak maju ke level tertinggi dalam beberapa tahun ini. Sementara pertumbuhan diperkirakan dulunya menjadi 6,1% pada tahun 2012, pemerintah  menganggap itu telah tumbuh menjadi 7,2%. (Bank Dunia memperkirakan sebelumnya hanya 6,4% pertumbuhan PDB).

Pada akhir tahun ini, tepatnya awal tahun 2014 nanti, Indonesia dapat bergabung dengan 15 negara dengan PDB tahunan lebih dari $ 1 triliun. Pada tahun 2011 dulu, investasi asing langsung di negara kita mencapai rekor $ 19,3 miliar dan ekspor tumbuh sebesar 29%, bahkan hingga mencapai $ 203.620.000.000. Dalam  rangka mewujudkan pertumbuhan ekonomi Indonesia 2013, beberapa hal yang menjadi pemicunya terhadap kondisi perekonomian Indonesia seperti Berkurangnya Hutang Indonesia Memacu Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2013. Hutang bersih luar negeri Indonesia kini telah ber kurang dari 10% dari PDB, dan kemungkinan nyata bahwa negara akan menjadi kreditur bersih pada akhir tahun 2014 depan.
Selain itu juga , pasar saham di Indonesia sedang booming-boomingnya. Itu  adalah  salah satu yang berkinerja terbaik di Pasar Asia, mendapatkan 3,2% pada saat bursa lainnya menderita akibat krisis keuangan global belakangan ini. Pada bulan April 2012, Bank Dunia mencatat bahwa "meskipun kedua risiko domestik dan internasional, fundamental ekonomi Indonesialah yang solid.. Philip M. Nichols menyatakan, “pasar internal yang besar di Indonesia telah memungkinkan negara untuk mengatasi krisis ekonomi global secara relatif tanpa cedera dan ekonomi Indonesia akhirnya mulai keluar dari "lubang institusional" yang menemukan dirinya dalam pra-1997 ketika pertumbuhan yang terlalu cepat atas kesalahan yang mendalam dan akhirnya menyebabkan kecelakaan. Pasar internal yang besar di Indonesia - dua-pertiga dari konsumsi adalah internal - membuat ketahanan ekonomi Indonesia.
Selain itu, negara Indonesia memiliki lembaga yang lebih baik dalam hal memantau pertumbuhan ekonomi, sehingga dapat mengatasi distorsi kurang dan ketergantungan lebih besar pada pasar. Pertumbuhan ekonomi Indonesia yang signifikan diberbagai sektor
Indonesia saat ini ditengah terjadinya ledakan konsumen seperti yang belum pernah terjadi sebelumnya. Sebut saja beberapa diantaranya ; Motor Matic (Skuter), Mobil, Smartphone, dan produk perawatan kulit dan kesehatan dan semua permintaan kelas menengah tumbuh dengan signifikan, dan Orang Indonesia kaya baru menghabiskan uangnya untuk konsumtif.
 Nama merek besar selalu terlihat di televisi, papan reklame di jalan-jalan bertebaran. Ketika datang ke komoditas, pertumbuhan China dan India telah memberikan perangsang kepada ekonomi Indonesia. Lainnya kebutuhan batubara dan gas sangat tinggi saat ini, sementara seluruh dunia lapar untuk minyak sawit dari seluruh kebun yang ada di Indonesia.
 Kekuatan dan  semangat pertumbuhan ekonomi Indonesia dimasa mendatang merupakam salah satu kekuatan Indonesia terbesar adalah budaya toleransi dan inilah yang membuat pertumbuhan ekonomi Indonesia 2013 ini bisa berlanjut dan meningkat hingga tahun ke tahun. Jika negara dapat membangun kekuatan tersebut dengan nyata dan juga harus sadar akan tantangan kedepan, besar kemungkinan dan kuat keyakinan bahwa metafora akan terus mempercepat maju tanpa goyah dan ekonomi Indonesia akan selalu tumbuh melesat.
Sedanhkan indikator ekonomi merupakan data yang menunjukkan tanda ataupun indikasi perkembangan perekonomian di suatu negara, dimana data tersebut dikeluarkan oleh pemerintah negara tersebut.

Begitu juga di Indonesia indikator ekonomi digunakan bagi pihak-pihak (Pemerintah, Bank Indonesia, Institusi Perbankan dan Keuangan, Investor ataupun pihak-pihak lain) untuk mengambil keputusan terhadap investasinya atau memperkirakan perkembangan perekonomian di masa yang akan datang.

1.2. Rumusan Masalah

        Berdasarkan  hasil uraian yang telah disampaikan di atas, maka kami dapat merumuskan permasalahan menjadi sebagai berikut :
1.   Apa indikator kebijakan moneter terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia ?
2.   Faktor apa yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi Indonesia ?

1.3. Tujuan Penulisan
Sesuai  latar belakang dan perumusan masalah di atas, maka tujuan yang ingin dicapai dalam penulisan ini adalah untuk mengetahui indikator kebijakan moneter terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia dan faktor yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi Indonesia.

1.4. Manfaat Penulisan
Dengan adanya penulisam mengenai permasalahan ini, maka diharapkan dapat memberikan  manfaat bagi mahasiswa maupun pengembang ilmu pengetahuan, antara lain :
1)      Untuk mengetahui indikator kebijakan moneter terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia.
2)      Untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi Indonesia.


















Bab II
Teori
2.1.Landasan teori

     Indikator ekonomi merupakan data yang menunjukkan tanda ataupun indikasi perkembangan perekonomian di suatu negara, dimana data tersebut dikeluarkan oleh pemerintah negara tersebut.

Di Amerika Serikat indikator ekonomi misalnya di gunakan Federal Reserve salah satunya untuk memonitor inflasi, yaitu apabila data inflasi dilaporkan menguat The Fed kemungkinan besar akan meningkatkan suku bunga dan jika sebaliknya kemungkinan besar The Fed akan mengambil kebijakan untuk menurunkan suku bunga.

Begitu juga di Indonesia indikator ekonomi digunakan bagi pihak-pihak (Pemerintah, Bank Indonesia, Institusi Perbankan dan Keuangan, Investor ataupun pihak-pihak lain) untuk mengambil keputusan terhadap investasinya atau memperkirakan perkembangan perekonomian di masa yang akan datang.

Indikator ekonomi ini merupakan alat yang sangat penting dan dibutuhkan dalam pengambilan keputusan pada masa yang akan datang yang bersifat makro, oleh karena itu apabila anda minimal menjadi seorang investor maka dengan indikator ekonomi ini diharapkan anda dapat memperkirakan, serta mengetahui implikasinya dan dapat mengantisipasi kejadian sesuai dengan keputusan atau kebijakan yang akan diambil.

Indikator Perekonomian Indonesia yang sering digunakan untuk mempertimbangkan pengambilan keputusan antara lain : Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) , inflasi, suku bunga bank Indonesia dan nilai tukar rupiah terhadap dollar.

Ada pula faktor – faktor yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi Indonesia yang tidak terlepas dari permasalahan  kesenjangan dalam  pengelolaan perekonomian, dimana para pemilik modal besar selalu mendapatkan kesempatan yang lebih luas dibandingkan dengan para pengusaha kecil dan menengah yang serba kekurangan modal. Disamping itu, akses untuk mendapatkan bantuan modal keperbankan juga lebih memihak kepada para pengusaha besar dibandingkan dengan pengusaha ekonomi lemah

2.2.   Metode Pembahasan

Dalam penulisan ini kami menggunakan metode library method  yaitu suatu  metode yang  pengambilan sumbernya barasal dari sumber buku, majalah, internet, maupun media lain yang telah tersedia. Dalam  prosesnya kami bukan sekedar mengumpulkan data tetapi kami juga menganalisis data-data yang telah ada.


                                                                                                                            

















Bab III
Pembahasan dan Analisis

1.      Indikator Kebijakan  Moneter Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

a.      Neraca Pembayaran Indonesia (NPI)

Neraca Pembayaran Indonesia adalah suatu ikhtisar yang meringkas transaksi-transaksi antara penduduk suatu negara dengan penduduk negara lain selama jangka waktu tertentu (biasanya satu  tahun). Neraca  pembayaran  mencakup pembelian dan penjualan barang dan jasa, hibah dari individu dan pemerintah asing, dan transaksi finansial. Umumnya neraca pembayaran terbagi atas neraca transaksi berjalan dan neraca lalu lintas modal dan finansial, dan item-item finansial.

Sumber : Tinjauan Kebijakan Moneter, Bank Indonesia periode Januari 2013, Halaman 5.





Analisis    :

Pada tahun 2012, NPI mengalami surplus di tengah meningkatnya tekanan dari meningkatnya defisit neraca transaksi berjalan, (Grafik 1.10). Tekanan  terutama bersumber dari meningkatnya defisit neraca perdagangan migas akibat melonjaknya konsumsi BBM di dalam negeri serta relokasi gas untuk pemenuhan konsumsi gas di dalam negeri yang lebih besar (Grafik 1.11). Sementara itu, neraca perdagangan nonmigas masih mengalami surplus meskipun lebih rendah dibandung tahun sebelumnya sehingga belum mampu mengimbangi memburuknya neraca perdagangan migas. Menurunnya surplus neraca perdagangan nonmigas merupakan dampak dari melemahnya permintaan dari negara mitra dagang utama dan penurunan harga komoditas eksport yang cukup besar.

Di sisi lain, import nonmigas masih tumbuh cukup tinggi terutama dalam bentuk barang modal dan bahan baku untuk mendukung meningkatnya kegiatan perekonomian domestik. Searah dengan pertumbuhan import yang masih tinggi, defisit neraca jasa diperkirakan meningkat yang didorong oleh tingginya biaya jasa pengangkutan. Selain itu, defisit neraca pembayaran juga diperkirakan meningkat disebabkan oleh meningkatnya imbal hasil yang dibayarkan kepada investor asing sejalan dengan investasi asing langsung (FDI).

Sepanjang tahun 2012, neraca transaksi modal dan financial mencatat kenaikan surplus yang cukup signifikan. Masih baiknya kinerja ekonomi domestik dan imbal hasil investasi rupiah, serta kebijakan stimulus ekonomi yang dilakukan oleh beberapa negara mendorong tingginya aliran masuk modal asing selama tahun  2012. Arus masuk modal asing didominasi oleh investasi langsung, namun investasi portofolio juga mengalami kenaikan tajam baik dalam pasar saham maupun pasar obligasi. Meningkatkan arus masuk modal tersebut menggambarkan tingginya kepercayaan investor asing terhadap kondisi fundamental dan prospek perekonomian Indonesia ke depan.

Selain net beli investor asing di pasar saham dan obligasi, surplus di investasi portofolio juga didorong oleh meningkatnya penerbitan utang luar negeri, baik pemerintah  maupun swasta. Meskipun meningkat, posisi utang luar negeri tersebut masih berada dalam tingkat yang aman. Berdasarkan  perkembangan tersebut, cadangan devisa pada akhir tahun 2012 mencapai 112,78 milliar dolar AS atau setara dengan 6,1 bulan import dan pembayaran utang luar negeri (ULN) pemerintah.
b.      Inflasi
Inflasi adalah suatu proses meningkatnya harga-harga secara umum dan terus-menerus. Inflasi dapat mengakibatkan berkurangnya investasi di suatu negara, mendorong kenaikan suku bunga, mendorong penanaman modal yang bersifat spekulatif, kegagalan pelaksanaan pembangunan, ketidakstabilan ekonomi, defisit neraca pembayaran, dan merosotnya tingkat kehidupan dan kesejahteraan masyarakat. Oleh karena itu biasanya Bank sentral suatu negara pada umumnya berusaha mengendalikan tingkat inflasi pada tingkat yang wajar.
Grafik Perkembangan Inflasi
Sumber : Tinjauan Kebijakan Moneter, Bank Indonesia periode April 2013, Halaman 7.

Analisis    :

Setelah mengalami inflasi yang tinggi pada tiga bulan pertama tahun 2013, Indeks Harga Konsumen (IHK) mengalami deflasi pada April 2013. Deflasi terjadi didorong oleh membaiknya pasokan beberapa komoditas bahan makanan dan menurunnya tekanan eksternal seperti penurunan harga komoditas global dan inflasi negara mitra dagang. Namun, deflasi tersebut relative  kecil karena masih terkendalanya pasokan sejumlah komoditas hortikultura. Deflasi IHK pada April 2013 tercatat sebesar 0,10% (mtm), atau  secara tahunan mencatat inflasi yang lebih rendah menjadi 5,57% (yoy). Apabila dihitung tahun berjalan, maka inflasi IHK mencapai 2,32% (ytd).

Kelompok volatile food mengalami deflasi yang disebabkan oleh koreksi harga beras dan cabai, sejalan dengan berlangsungnya panen di hampir sebagian besar wilayah sentra produksi. Komoditas bawang putih juga mengalami koreksi harga sebagai dampak dari perbaikan kebijakan  import pada komoditas tersebut yaitu dikeluarkannya peraturan kementerian mengenai dispensasi penyelesaian importasu dan dikresi bawang putih.

Sementara itu, inflasi inti menunjukkan perlambatan searah dengan perlemahan tekanan eksternal dan  terjaganya permintaan secara umum. Selain itu, meredanya gejolak harga volatile food juga turut berpengaruh terhadap melambatnya inflasi inti pangan. Namun, ekspektasi inflasi terindikasi meningkat khususnya di pasar keuangan terkait dengan rencana kebijakan BBM bersubsidi. Inflasi administered prices masih relatif stabil akibat belum tercatatnya dampak kenaikan Tarif Tenaga Listrik (TTL) tahap kedua pada April 2013.













c.        Suku Bunga Bank Indonesia

Suku Bunga Bank Indonesia (BI Rate) merupakan suku bunga Bank Indonesia yang ditetapkan dalam rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia.

Sumber : Tinjauan Kebijakan Moneter, Bank Indonesia periode April 2013, Halaman 13.

Analisis           :

Pada Maret 2013, likuiditas perekonomian menurun namun secara akumulatif masih sejalan dengan pola historis. Penurunan likuiditas perekonomian disebabkan oleh pertumbuhan M1 dan M2 yang melambat. Pertumbuhan M1 tercatat 13,4% (yoy) lebih rendah dari Februari 2013 yang sebesar 15,1% (yoy), seiring dengan adanya penurunan pertumbuhan giro rupiah sebagai ceriman penurunan aktivitas ekonomi masyarakat.

Namun secara akumulatif, pertumbuhan likuiditas perekonomian M1 masih sesuai dengan pola historisnya, meskipun berada dibawah  level tahun 2012 pada periode yang sama. Sementara itu, pertumbuhan M2 juga melambat, namun lebuh tipis, menjadi 14,0% (yoy) dibandingkan dengan Februari 2013 yang sebesar 15,0% (yoy). Perlambatan pertumbuhan M2 dikontribusikan oleh pertumbuhan kredit yang cenderung melambat sejalan. Dan sisi komponennya, perlambatan M2 disebabkan oleh penurunan tabungan dan M1, di tengah pertumbuhan deposito yang justru meningkat.

d.       Nilai Tukar Rupiah Terhadap Dollar

Mengukur seberapa besar kecilnya nilai tukar rupiah terhadap dollar, perubahan faktor ini merupakan hasil dari transaksi yang terjadi pada pasar uang.
Grafik Pergerakan Nilai Tukar Rupiah

Sumber : Tinjauan Kebijakan Moneter, Bank Indonesia periode April 2013, Halaman 10.

Analisis :

Tekanan depresiasi rupiah masih berlanjut pada April 2013, namun lebih moderat seiring dengan berlanjutnya aliran dana asing ke asset keuangan domestik. Tekanan depresiasi bersumber dari masih terbebaninya kinerja neraca transaksi berjalan sejalan dengan belum solidnya pemulihan  ekonomi negara maju. Meningkatnya permintaan valas pelaku domestik juga memberikan tekanan pada nilai tukar rupiah. Namun, persepsi investor global yang positif terhadap perekonomian Indonesia di jangka menengah panjang, serta berlanjutnya kebijakan stimulus oleh negara maju  mendorong peningkatan aliran dana asing ke asset keuangan domestik  sehingga dapat menahan pelemahan nilai rupiah lebih dalam.

Nilai tukar rupiah pada April 2013 secara rata-rata melemah sebesar 0,14% (mtm), yaitu dari Rp 9.709 per dolar AS pada bulan sebelumnya ke Rp 9.723 per dolar AS. Sementara secara point-to-point, nilai tukar melemah sebesar 0,05% (ptp) menjadi Rp 9.732 per dolar AS dari Rp 9.718 per dolar AS pada bulan  sebelumnya. Perubahan outlook rating S&P dari positif ke stabil berdampak  sesaat pada nilai tukar rupiah. Pergerakan rupiah tersebut diiringi dengan volatilitas yang relatif stabil.

a.     Faktor Yang Mempengaruh Pertumbuhan Ekonomi Di Indonesia

Faktor – faktor yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi Indonesia tidak terlepas dari permasalahan kesenjangan dalam  pengelolaan perekonomian, dimana para pemilik modal besar selalu mendapatkan kesempatan yang lebih luas dibandingkan dengan para pengusaha kecil dan menengah yang serba kekurangan modal. Disamping itu, akses untuk mendapatkan bantuan modal keperbankan juga lebih memihak kepada para pengusaha besar dibandingkan dengan pengusaha ekonomi lemah.

 Disamping  itu pertumbuhan ekonomi perdagangan internasional juga memberikan dampak yang besar terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia. Ketidakpastian perekonomian dan perdagangan dunia yang semakin meningkat, semakin menyebabkan kemungkinan – kemungkinan pertumbuhan ekonomi yang kurang membanggakan bagi bangsa Indonesia.

Adapun faktor – faktor yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi Indonesia, secara umum:
1.   Faktor Sumber Daya Manusia, Sama halnya dengan proses pembangunan, pertumbuhan ekonomi juga dipengaruhi oleh SDM. Sumber daya manusia merupakan faktor terpenting dalam proses pembangunan, cepat lambatnya proses pembangunan tergantung kepada sejauhmana sumber daya manusianya selaku subjek pembangunan memiliki kompetensi yang memadai untuk melaksanakan proses pembangunan.

2.   Faktor Sumber Daya Alam, Sebagian besar negara berkembang bertumpu kepada sumber daya alam dalam melaksanakan proses pembangunannya. Namun demikian, sumber daya alam saja tidak menjamin keberhasilan proses pembanguan ekonomi, apabila tidak didukung oleh kemampaun sumber daya manusianya dalam mengelola sumber daya alam yang tersedia. Sumber daya alam yang dimaksud dinataranya kesuburan tanah, kekayaan mineral, tambang, kekayaan hasil hutan dan kekayaan laut.

3.   Faktor Ilmu Pengetahuan dan Teknologi, Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin pesat mendorong adanya percepatan proses pembangunan, pergantian pola kerja yang semula menggunakan tangan manusia digantikan oleh mesin-mesin canggih berdampak kepada aspek efisiensi, kualitas dan kuantitas serangkaian aktivitas pembangunan ekonomi yang dilakukan dan pada akhirnya berakibat pada percepatan laju pertumbuhan perekonomian.

4.   Faktor Budaya, Faktor budaya memberikan dampak tersendiri terhadap pembangunan ekonomi yang dilakukan, faktor ini dapat berfungsi sebagai pembangkit atau pendorong proses pembangunan tetapi dapat juga menjadi penghambat pembangunan. Budaya yang dapat mendorong pembangunan diantaranya sikap kerja keras dan kerja cerdas, jujur, ulet dan sebagainya. Adapun budaya yang dapat menghambat proses pembangunan diantaranya sikap anarkis, egois, boros, KKN, dan sebagainya.

5.   Sumber Daya Modal, Sumber daya modal dibutuhkan manusia untuk mengolah SDA dan meningkatkan kualitas IPTEK. Sumber daya modal berupa barang-barang modal sangat penting bagi perkembangan dan kelancaran pembangunan ekonomi karena barang-barang modal juga dapat meningkatkan produktivitas.

·        Solusi untuk mengatasinya                  :

a.       Meningkatkan kesadaran dari masing-masing orang sangat dibutuhkan untuk menyelesaikan masalah ini. Pemerintah harus mendukung dengan diadakannya beasiswa bagi anak-anak yang lebih beruntung agar dapat menciptakan SDM yang berkualitas.
b.      Tingkat kesadaran orang tua sangat diperlukan untuk mengatasi masalah ini. Dimana mereka harus sadar agar anaknya nanti hidup layak sehat dll. Pemerintah  memberikan pengobatan gratis untuk masyarakat kurang mampu.
c.       Pemerintah seharusnya memperhatikan kehidupan masyarakat diperdesaan agar dapat lebih maju.
d.      Cara mengatasinya melalui peningkatan kualitas SDM atau peningkatan investasi menjadi lebih produktif.
e.       Pemerintah menghadapi krisis nilai tukar ini dengan melakukan intervensi di pasar untuk menyelamatkan cadangan devisa yang semakin menyusut. Pemerintah menerapkan kebijakan nilai tukar yang mengambang bebas sebagai pengganti kebijakan nilai tukar yang mengambang terkendali.
f.        Masalah likuiditas daripada bank tersebut pemerintah membantu dengan memberikan bantuan.
g.      Pemerintah harus memperbaiki kualitas barang dalam negeri agar tidak kalah bersaing dengan barang impor.
















KESIMPULAN DAN SARAN

Kesimpulan
Kebijakan moneter adalah proses mengatur persediaan uang sebuah negara untuk mencapai tujuan tertentu yang dilakukan dengan berbagai cara seperti menahan inflasi, mencapai pekerja penuh atau lebih sejahtera. Kebijakan moneter dapat melibatkan mengeset standar bunga pinjaman, margin requirementkapitalisasi untuk bank atau bahkan bertindak sebagai peminjam usaha terakhir atau melalui persetujuan melalui negosiasi dengan pemerintah lain. Kebijakan Moneter juga merupakan kebijakan yang dilakukan oleh otoritas moneter (Bank Sentral) untuk mempengaruhi kegiatan ekonomi melalui pengawasan uang beredar atau suku bunga, atau kombinasi keduanya, usaha tersebut dilakukan agar terjadi kesetabilan harga, dan inflasi, serta terjadinya peningkatan output keseimbangan.
Kebijakan moneter dapat dilakukan dengan menjalankan instrumen kebijakan moneter, yaitu antara lain operasi pasar terbuka,  fasilitas diskonto (discount rate), rasio cadangan wajib (reserve requirement ratio), himbauan moral (moral persuasion) dan kebijakan kredit selektif. Dalam praktek kebijakan moneter terdapat macam-macam kebijakan ataupun usaha-usaha yang dilakukan yang terdiri dari inflasi penargetan, harga penargetan tingkat, agregat moneter, nilai tukar tetap, serta dengan melakukan kegiatan devaluasi evaluasi, dan sanering.
Adapun tujuan yang diharapkan dalam kebijakan moneter adalah stabilitas ekonomi, kesempatan kerja, kestabilan harga, neraca pembayaran internasional. Instrumen-Instrumen kebikan moneter seperti opersasi pasar terbuka, tingkat diskonto, cadangan minuman, himbauan, dan lain sebagainya, serta indikator moneter (tingkat bunga, jumlah uang beredar), akan mempengaruhi perekonomian suatu Negara.
Saran
Pemerintah harus lebih mempertimbangkan pengambilan keputusan dalam memajukan perekonomian Indonesia. Agar penghambat dalam  memajukan kondisi perekonomian Indonesia dapat teratasi.

DAFTAR PUSTAKA

Ahira, Anne. 2012. Kondisi Perekonomian Indonesia Saat ini. Bandung

Alkahfi, Abdul Muhammad. 2013. Kondisi Perekonomian Indonesia Saat Ini Secara Global. Jakarta


Awalil, Rizky. 2011. Kondisi Perekonomian Indonesia. Jakarta
http://PEREKONOMIAN INDONESIA 2011-2012  Tantangan Ekses Likuiditas dan Dampaknya bagi LKM - BMT Center.html

Catur. 2012. Perekonomian Indonesia Saat ini. Jakarta

Indonesia, Bank. 2013. Laporan Perekonomian Indonesia. Jakarta

Irawan, Dianto. 2013. Perekonomian Indonesia. Jakarta

Santoso, Puji Ryantono. 2012. Pertumbuhan Ekonomi Indonesia. Jakarta

Wiris, Shining. 2012. Kebijakan  Moneter. Jakarta
http://shiningwiris.wordpress.com/2012/04/29/kebijakan-moneter/


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar